Budaya Pacu Layang-Layang Nagari Sungai Buluah Padang Pariaman, Warna Warni Kearifan Lokal

INDONESIASATU.CO.ID:

PADANG PARIAMAN - Dalam kehidupan sehari-hari misalnya masyarakat yang terdiri banyaknya ragam kebudayaan menunjukan suatu aneka warna yang besar, unik dan memiliki kekhasannya sendiri seperti minang, sunda, batak dan melayu. Maka kita tak heran bahwa pluralisme budaya di Indonesia bagaikan warna-warna tinta yang indah pada sebuah lukisan kehidupan. Dari hal itu semua point utama yang selalu menjadi kefanatikan kita bahwa nilai Gotong royong dan musyawarah salah satu budaya masyarakat hampir di seluruh daerah negara kita menyepakatinya.

Apabila diambil dari kata asalnya bahwa budaya merupakan budhayyah yakni jama' daripada buddi yang artinya budhi atau akal Yang di dalamnya terkandung pengetahuan,kepercayaan, kesenian, moral, hukum dan adat istiadat. 

Disini Peran Kebudayaan selain Pemenuhan Kebutuhan Hidup Manusia ternyata budaya mampu berkontribusi menciptakan ketenangan dalam menyikapi pelbagi keadaan termasuk didalamnya kearifan lokal dan menyelesaian konflik. 

Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat di dalam berisikan cerita rakyat, peribahasa, lagu, dan permainan rakyat seperti pacu layang-layang, badia batuang, silek dan randai.

Permainan pacu layang-layang di kabupaten padang pariaman tepatnya di Nagari Sungai Buluah. Permainan tersebut termasuk permainan yang dianggap sebagai rutinitas yang sangat ideal oleh segenap pemuda setempat.Permainan ini biasanya dilakukan bersama-sama yakni butuh tim dan kekompakan khusus sehingga masyarakat dapat belajar untuk bersosialisasi dan mengakrabkan diri dengan teman-temannya.

Di dalam permainan pacu layang-layang tutur kata informan, bahwa "masyarakat secara spontan berbaur satu dengan lainnya baik tua dan muda sekalipun, tidak mengenal agamanya apa, adat dan kedudukan status seseorang. Kita adalah sama. Kemudian sambungnya untuk masalah penilaian, nantinya Layangan yang naik akan dinilai Dangungnya (bunyi) kemudian enggak (gerakan layang) bukan yang putus talinya yang kalah seperti pertandingan yang lain. Dan untuk para pemenang Pemuda menyediakan hadiah yang cukup besar hasil iuran masyarakat setempat." tutup abad gulo.

Diperkuat lagi oleh segenap masyarakat yang menerangkan, bahwa pacu layang-layang adalah membangkitkan kebersamaan diantara kita dan juga sebagai simbol perdamaian di saat mengalami perpecahan antar suku dan lingkungan kelompok masyarakat. khususnya saja Nagari Sungai Buluh Kec. Batang anai yang memiliki beragam suku, agama dan budaya.(melgiardi)

  • Whatsapp

Index Berita